WordPress sebagai Tempat Bermain

,

Awalnya, website ini tidak direncanakan sebagai blog.

Ia muncul karena saya sedang mengerjakan sesuatu yang lain: sebuah plugin WordPress bernama WPSG (Wonder Pieces in Simple Gear). Dalam proses mengerjakan plugin itu, saya butuh sebuah tempat untuk mencoba—bukan sekadar menjalankan kode, tapi melihat bagaimana semuanya terasa ketika dipakai sungguhan.

Dashboard bisa diuji di localhost, fungsi bisa dites dengan data contoh.
Tapi pengalaman pengguna hanya benar-benar terasa ketika sesuatu dipakai dalam konteks nyata.

Di titik itulah website ini lahir.

Cerita berlanjut. Berkembang menjadi pertanyaan baru.

Bukankah, website ini juga bisa “menyimpan” catatan-catatan saya juga, bukan sekedar tempat uji coba? Saya mulai berpikir, bahkan ini bisa mencatat bukan tentang proyek dan pekerjaan saya, bisa juga tentang hobi dan uneg-uneg saya.

Saat itulah blog ini muncul.

Blog ini menjadi tempat bermain saya. Tempat mencatat dan menguji plugin yang sedang dibuat —yang disimpan dan dibentuk secara perlahan di GitHub— dan mungkin nanti, theme yang sedang dicoba. Tempat melihat apakah sebuah fitur masuk akal, apakah tampilan terasa nyaman, atau justru berlebihan.

Karena dia benar-benar dipakai untuk mencoba hal-hal yang terasa baru.

Menulis di blog ini pun bagian dari pengujian itu. Kadang untuk melihat bagaimana modul bekerja, kadang untuk memastikan sesuatu tidak rusak setelah perubahan kecil. Tulisan-tulisan di sini mungkin tidak selalu rapi, dan tidak semuanya ditulis dengan tujuan teknis.

Bahkan mungkin hanyalah jejak perjalanan.

Plugin yang saat ini sedang dicoba itu disimpan dan dibentuk perlahan di GitHub.

Jika kebetulan ada orang lain yang membaca dan merasa terbantu, itu menyenangkan. Jika tidak, blog ini tetap menjalankan fungsinya: sebuah catatan tentang usaha untuk mencoba, merusak, memperbaiki, dan mencoba lagi.

Blog ini bukan etalase, tetapi lebih mirip bengkel kecil tempat segala sesuatu diuji.

Dan (semoga) di bengkel kecil seperti ini, ada hal berguna bisa bermula.

2 responses to “WordPress sebagai Tempat Bermain”

  1. efovezxuxk Avatar

    olpijyshdruyluggjjpqwvgxdlyvhd

  2. vqzsyyrzoo Avatar

    uriqwlkxhtqwqfwejtzzzqznlwjszg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *